Kunci Sukses!!
Membangun bisnis saat usia masih muda? Hmm… kedengarannya seru dan menyenangkan ya 
Apakah Anda salah satu orang yang ingin memiliki usaha di usia muda?
Atau, apakah Anda seoraang professional muda yang juga ingin membangun
bisnis sebagai penghasilan tambahan? Apakah pernah terlintas di benak
Anda untuk mengajak rekan/sahabat Anda membangun suatu bisnis bersama?
Memiliki sebuah usaha/bisnis di saat usia masih muda memang sesuatu
yang bisa dikatakan berani dan hebat. Berani, karena tentu banyak resiko
di dalamnya. Hebat, karena saat usia masih muda, kita memiliki waktu
yang reelatif lebih banyak disbanding ketika kita menjalankannya saat
usia sudah menua dan menjelang masa pensiun.
Berbisnis di usia belia membutuhkan sejumlah persiapan dan rencana.
Mulai dari modal yang sering jadi kendala, sampai ke masalah persiapan
mental yang kadang sering terlupa.
Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas berbagai pengalaman anak
muda Indonesia yang sukses membangun bisnisnya saat belia.
Kita akan banyak belajar kisah perjalanan mereka memulai bisnis,
mulai dari tips sukses, sampai berbagai hal yang harus kta hindari.
Penasaran apa saja? Yuk kita intip tips sukses mereka!
1. Prinsip 3M from Lena Thong
“Dalam berbisnis harus ada 3 M (Mau, Mampu, Money). Kalau salah satu tidak ada bisa bermitra”
Ada salah satu tips penting dalam berbisnis dari Lena Thong, CEO
sebuah perusahaan penyedia jasa kantor siap pakai. Menurutnya, bagi anak
muda yang ingin mendirikan sebuah bisnis, perlu mengecek 3 faktor yaitu
Kemauan, Kemampuan, dan Modal. Kemauan datangnya dari diri sendiri,
yaitu passion. Keinginan menjalankan suatu bisnis dengan sejuta visi dan
impian di belakangnya serta kecintaan kita terhadap sesuatu sehingga
ingin serius menekuninya.
Lena mengaku tertarik dengan bisnis penyediaan kantor siap pakai ini
karena ia tertarik pada dunia property. Ia menangkap peluang yang sangat
baik bahwa akan banyak bermunculan perusahaan-perusahaaan kecil yang
membutuhkan kantor instan. Berdasarkan alasan inilah, Lena mengeksekusi
mimpin-mimpinya.
Kemampuan. Faktor kedua yang penting untuk dimiliki saat membangun
suatu bisnis adalah kapasitas kita untuk menjalankannya. Ini terkait
dengan kesiapan kita baik dari segi wawasan terhadap dunia bisnis,
pengetahuan tentang bidang yang akan kita garap, serta kemampuan
manajerial.
Yang terakhir adalah money, atau modal. Lalu bagaimana jika kita
tidak memiliki salah satunya? Yup, solusinya adalah dengan bermitra!
Misalkan, jika Anda memiliki passion dalam bidang fashion lalu sudah
membekali diir Anda dengan berbagai wawasan dunia fashion, akan tetapi
kekurangan modal. Carilah investor!
Sebaliknya, jika Anda punya keinginan dan uang/modal namun tidak tahu
bagaimana ara menjalankan bisnisnya, carilah partner/mitra sebagai pihak
manajemennya.
Syarat Bisnis menurut Lena Thong
• Tahu/Menguasai bidang yang akan digeluti dalam bisnis
• Harus ada peluang
• Passion
“Banyak orang yang berpikir secara rasional akan menyerah ketika
menghadapi rintangan. Seringkali passion lah yang membuat kita tetap
berusaha.” (Steve Jobs)
2. Win Like The Champion
Tips sukses kedua dalam berbisnis di usia muda adalah mental “Win Like The Champion”
Apa artinya?
Kita harus memiliki mental untuk menjadi seorang pemenang, bukan pecundang.
Tahukah Anda perbedaan winner dan champion?
Seorang pemenang (winner) bisa menjadi pemenang suatu waktu, tapi
belum tentu dapat mengulang kembali kemenangan itu. Hanya seorang juara
(champion) yang mampu meraih kemenangan, lagi dan lagi, berulang-ulang
kali.
begitu juga dalam menjalankan sebuah bisnis, kita harus siap
menghadapi pertandingan dan perjuangan tiada henti. Hal ini akan
menambah rasa penghargaan kita terhadap bisnis yang kita jalani.
Ketika kita sudah berhasil meraih target atau sukses yang diimpikan,
kita benar-benar memenangkannya seperti seorang juara yang berhasil
melewati berbagai tahapan pertandingan. Bukan sekedar rasa bangga karena
baru menghadapi satu rintangan kecil.
3. Jangan terlalu fokus sama finansial
Ada salah satu kisah menarik yang datang dari kantor pusat Google.
Charlie Ayers, juru masak pertama yang direkrut Google, memiliki misi
menyediakan makanan yang mampu membuat betah para jagoan komputer di
Google, mulai dari sarapan, makan siang, sampai makan malam. Dia juga
harus menciptakan suasana agar orang-orang mau datang lebih pagi dan
pulang lebih larut. Ayers juga mengurangi pizza dan menggantinya dengan
sushi, makanan yang diyakininya baik untuk otak. Walhasil, setiap
karyawan Google begitu menyukai masakannya dan merasa betah berlama-lama
di kantor.
Dari Charlie kita bisa memetik pelajaran berharga bahwa dala m
bekerja/berbisnis, tidak melulu harus soal uang dan profit. Yang paling
penting saat kita membangun bisnis adalah menjalankannya dengan hati.
Memang profit merupakan factor penting dalam bisnis, tetapi tidak semua
kesuksesan sebuah perusahaan diukur dengan profit. Sejauh mana sebuah
perusahaan mampu mempengaruhi pasar dan konsumer serta membuat perubahan
berarti dalam hidup mereka juga sebuah pencapaian yang mahal harganya.
4. Jangan pelit untuk share ilmu
Tips sukses lainnya yang datang dari para pebisnis muda Indonesia
yang berhasil dirangkum Billy Boen dalam bukunya, Top Words 2 adalah
kemurahan hati untuk berbagi ilmu.
Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita tidak bisa hanya mengandalkan
kemampuan diri sendiri tanpa berbagi pelajaran dan pengalaman kepada
orang lain. Dengan sering berbagi ilmu kepada rekan bisnis maupu junior,
kita akan mendapatkan segudang manfaat. Antara lain adalah relasi yang
semakin kuat dengan pelaku bisnis lain, eksistensi yang semakin meluas,
serta ilmu yanh semakin bertambah karena sering kita ulang-ulang saat
sharing.
5. Kenali kemampuan dan arah yang akan dituju
“Begin with the end mind” (Stephen R. Covey. Dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People)
Salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah menentukan dan
membayangkan puncak bisnis Anda. Apa yang Anda tuju dan inginkan dari
bisnis tersebut?
Memulai dari yang akhir, padahal biasanya memulai dari permulaan,
starting from the beginning. Mengapa harus starting with the end? Kenapa
kita memulai dari yang akhir? Akhir itu adalah harapan dan tujuan yang
menjadi keinginan kita semua. Artinya agar bisnis kita lebih baik kita
harus menetapkan tujuan terlebih dahulu. Ini agar kita punya fokus yang
jelas.
Sehingga, ketika kita sudah memiliki fokus tanpa disadari segenap
potensi yang kita miliki akan tercurah pada tujuan tersebut. Tubuh kita,
tenaga kita, pikiran kita dan hati kita akan bergerak dengan langkah
pasti dan meyakinkan untuk meraih tujuan tersebut.
Dengan membayangkan akhirnya, Anda dapat dengan mudah mengetahui
detail apa saja yang Anda butuhkan untuk mewujudkannya jadi kenyataan 
6. Integrity, Passion and Fun
“Kurangnya passion seringkali menjadi hal yang membedakan antara kegagalan dan kesuksesan” (Donald Trump)
Salah satu prinsip yang dipegang kuat oleh Ligwina Hananto, salah
seorang perencana keuangan ternama dalam memulai suatu bisnis adalah
Integrity, Passion, and Fun.
Selain integritas, factor penting lainnya yang harus dimiliki seorang
pebisnis baru adalah passion dan fun. Bekerja dengan passion dapat
membantu Anda segera bangkit saat menemukan masalah. Passion akan
menjadi alasan kuat seseorang untuk tetaap melakukan apa yang ia
cita-citakan sejak awal. Selain itu, dalam bisnis kita juga harus
menjalankannya dengan senang. Meskipun harus bersikap professional dan
serius dalam menggarap suatu usaha, jadikan bisnis Anda sebagai wahana
yang menyenangkan.
7. Being, do and have. Fokus untuk memantaskan diri
Tips penting terakhir sebelum memulai suatu bisnis adalah
memperhatikan 3 faktor yaitu “being, do, and have”. Dari ketiga hal
tersebut, yang wajib pertama kali kita miliki bukanlah do dan have,
melainkan being. Artinya adalah, sebelum kita memutuskan ingin
mengerjakan dan memiliki sesuatu, pastikan kita sudah memantaskan diri
kita dengan segenap pengetahuan dan keterampilan. Karena bisnis hanya
akan berhasil di tangan orang-orang yang pantas memetik keberhasilan.
Apakah Anda salah satunya?

Add to Cart
0 komentar:
Posting Komentar